Kamis, 29 November 2012

: 32 CARA BERBAKTI KEPADA ORANGTUA :::

1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.

2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.


3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.

4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.

5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.

6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.

7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, “Ya ibu, ya ayah”. Janganlah memanggil dengan, “Ya papa, ya mama”, karena itu panggilan orang asing (orang-orang barat maksudnya –pent.).

8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat.

9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.

10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.

11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka.

12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu.

13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka.

14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.

15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka.

16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan) makanan dan minuman.

17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.

18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.

19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.

20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan-kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat.

21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua.

22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak-anakmu.

23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.

24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu.

25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.
26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua orangtuamu.

27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara diam-diam.
28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu.

29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari’at karena syari’atlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.

30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.

31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat. Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan,
“Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”. (*)

~ o ~ Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...


#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#

Kisah Pengorbanan Ibu : 7 “Kebohongan” Ibuku…

Cerita dimulai ketika aku masih kecil. Aku adalah anak yatim dari sebuah keluarga miskin yang tinggal di sebuah desa. Kami bahkan tidak memiliki cukup makanan. Setiap kali waktu makan tiba, ibu sering memberikan bagian nasinya. Sambil menuangkan nasi ke piringku, beliau akan berkata “Makanlah nak, ibu tidak lapar.”

Ketika aku mulai tumbuh, ibuku yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di sungai dekat rumah, ibu berharap bisa menangkap ikan sehingga beliau bisa memberiku sedikit makanan bergizi untuk petumbuhanku. Setelah memancing, beliau akan menggoreng ikan itu dan memberikannya untuku. Sewaktu aku memakannya, ibu duduk di sampingku dan hanya memakan sisa-sia daging ikan yang menempel pada tulang ikan yang aku makan. Dan ketika aku akan membagi ikan itu kepadanya, beliau segera menolak dan berkata, “Makanlah ikan ini nak, ibu tidak begitu suka ikan…”

Ketika aku mulai masuk SMP, untuk membiayai sekolahku, waktu malam selalu ibu gunakan untuk membuat barang-barang dari anyaman bambu  untuk dijual esok hari. Sering aku bangun dari tidurku dan melihat ibuku yang masih terjaga, ditemani cahaya lampu minyak tanah yang tidak begitu terang. Dan ketika aku berkata, “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu kan masih harus ke ladang.” Ibu hanya akan tersenyum dan berkata “Pergilah tidur, sayang. Aku belum ngantuk.”

Melihat kondisi ekonomi keluarga kami yang menyedihkan, tetangga kami sering menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tapi ibu keras kepala dan tidak mau mendengar nasihat mereka, beliau hanya berkata, “Aku tidak butuh lagi pendamping…”

Ketika aku menyelesaikan sekolah menengah dan mendapat pekerjaan, aku berharap itu adalah waktu bagi ibuku untuk istirahat. Tapi beliau dia tidak mau, dia akan pergi ke pasar setiap pagi, hanya untuk menjual beberapa ikat sayuran untuk memenuhi kebutuhannya. Aku, yang bekerja di kota lain, sering mengirimi beliau sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhannya, tapi kemudian beliau sering memprotes, “Nak, tidak usah lagi mengirimku uang, Ibu juga punya cukup uang.”

Ketika aku meraih gelar sarjana, aku melanjutkan pendidikan Magister yang didanai oleh program beasiswa perusahaan dari sebuah Universitas terkenal di Amerika, akhirnya aku bekerja pada perusahaan itu. Dengan gaji yang sangat besar, aku berniat untuk membawa ibuku untuk menikmati hidupnya di Amerika. Tapi ibuku tercinta tidak ingin mengganggu anaknya. Beliau berkata, “Ibu tidak ingin bepergian ke luar negeri nak”.

Pada usia tua nya, ibu terkena kanker perut dan harus dirawat di rumah sakit. Aku yang terpisah ribuan mil jauhnya, di seberang lautan, pulang ke rumah untuk mengunjungi ibuku tercinta. Dia terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu, yang tampak sangat tua, menatapku dan terlihat berpikir dalam. Dia mencoba menyunggingkan senyum di wajahnya … walaupun itu tidak berhasil karena sedemikian lemah tubuhnya. Sungguh, dia tampak begitu rapuh dan lemah. Aku menatap ibuku dengan air mata yang tiada henti mengalir. Hatiku terluka … sangat terluka, melihat ibuku dalam kondisi seperti itu. Tetapi ibu dengan sisa-sisa kekuatannya berkata lirih, “Jangan menangis Nak, Ibu hanya sedikit lelah…”.

Setelah mengatakan “kebohongan” terakhirnya itu, Ibuku tercinta menutup mata untuk selama-lamanya !

sumber : orangtua.org

Jadi Panitia ^_^

dalam rangka perlombaan blog , design grafis dan sistem informasi pada fakultas kami Teknik Informatika yg baru pertama x diadakan, aku alhamdulillah ikot jadi panitia karena direkrut oleh salah satu abang leting semester 5. dalam kesempatan itu aku jadi anggota seksi peralatan, jadi [agi2 udah pergi bawa gunting, sama intan......



acaranya cukup seru, apa lagi ada dari kawan2 ku yg 1 kelas juga ikot partisipasi sebagai lomba blog dan design grafis...

Rabu, 28 November 2012

Kado untuk Intan dan Ami

Ini dia karya kami wakyu buat kado untuk intan dan ami...
waktu itu kami g da duet, jadinya ya kami buat aja bonekanya ....

untuk intan lebih utama ygcoklat,sedangkan untuk ami diutamakan pink biru...








kami buat jadikatak 1 keluarga yang harmonis gitu...
punya banyak anak yg muka2nya beraneka ekspresi....

Tips Pintar Merawat Kartu Memori

Selain kamera, kartu memori adalah salah satu bagian penting saat melakukan pemotretan. Oleh karena itu tentunya, diperlukan 'perlakuan' yang baik pada memory card agar kartu tetap awet dan tidak berpotensi menghilangkan data di dalamnya.

Tim dari Lexar, salah satu produsen memory card, pun membagi tips tentang bagaimana cara merawat kartu memori agar tetap bekerja dengan baik. Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir dari DPS :


1. Pilih card reader yang mumpuni

Saat mentransfer foto dari kartu memori ke komputer, banyak yang langsung menghubungkan kamera ke komputer. Hal ini dinilai kurang efisien dan menguras baterai kamera.

Lexar merujuk untuk memakai memory card reader, dan akan lebih baik bila yang memiliki performa kencang sehingga bisa meminimalisir waktu yang dibutuhkan.

2. Pindahkan kartu dengan aman

Setelah mengupload foto ke kamera dari kartu, pastikan mengikuti proses yang aman sebelum mencabutnya dari card reader. Bagi pengguna Windows, gunakan opsi safely remove hardware' atau 'eject' bagi penggguna OSX.

3. Perhatikan lampu indikator

Perhatikan lampu yang ada di kamera terutama setelah memakai mode burst atau continuous shooting. Ketika mengambil banyak gambar, kamera membutuhkan waktu untuk menuliskan data ke dalam memory card.

Jangan matikan kamera saat piranti Anda melakukan buffering image karena ini bisa mengakibatkan foto hilang. Hal ini juga berlaku saat mentransfer image melalui reader. Jangan mematikan komputer atau memindahkan kartu saat lampu di reader masih menyala.

4. Jangan panik bila kartu terkena air

Jangan panik, demikian wanti-wanti dari Lexar saat kartu tersiram air. Biarkan saja dulu hingga kering dan setelah itu, pakai card reader untuk memindahkan foto.

5. Update kartu memori

Meski usia kartu memori telah mendapat peningkatan dari waktu ke waktu, namun disarankan bagi pengguna untuk tetap mengupdate kartunya.

6. Lakukan format

Format kartu memori secara periodik. Tentu saja, lakukan hal ini setelah memindahkan semua foto di dalamnya. Memformat kamera juga disarankan saat memakai memory card di kamera yang berbeda.

7. Perhatikan Kapasitas

Perhatikan kapasitas kartu memori. Jangan memaksakan untuk memenuhi kartu memori Anda. Akan lebih baik juga jika memiliki kartu memori cadangan alias tidak mengandalkan satu kartu saja.

8. Gunakan software penolong

Pernah tak sengaja mendelete file? Jangan khawatir sebab sudah banyak software yang bisa membantu Anda untuk mengembalikan foto yang terhapus.
Sejak sebelum Sistem Operasi Windows 8 diluncurkan sekitar 1 minggu yang lalu, berbagai persiapan sudah dilakukan produsen-produsen perangkat komputer dunia dengan membuat produk yang diperkuat Windows 8. Tercatat beberapa produsen besar di pasaran dunia ikut meramaikan gaung kehadiran Sistem Operasi Windows 8 ini, di antaranya ASUS, Toshiba, ACER hingga produsen kecil dan menengah lainnya. Perangkat-perangkat komputer yang akan diproduksi menggunakan Sistem Operasi Windows 8 ini, ternyata memiliki kategori yang akan disegmentasikan. Tercatat ada 5 kategori perangkat komputer yang akan mengadopsi Sistem Operasi Windows 8. Berikut kelima kategori perangkat komputer tersebut:

Read more at: http://ciricara.com/2012/11/05/5-jenis-perangkat-komputer-yang-bernafaskan-windows-8/
Copyright © CiriCara.com
Sejak sebelum Sistem Operasi Windows 8 diluncurkan sekitar 1 minggu yang lalu, berbagai persiapan sudah dilakukan produsen-produsen perangkat komputer dunia dengan membuat produk yang diperkuat Windows 8. Tercatat beberapa produsen besar di pasaran dunia ikut meramaikan gaung kehadiran Sistem Operasi Windows 8 ini, di antaranya ASUS, Toshiba, ACER hingga produsen kecil dan menengah lainnya. Perangkat-perangkat komputer yang akan diproduksi menggunakan Sistem Operasi Windows 8 ini, ternyata memiliki kategori yang akan disegmentasikan. Tercatat ada 5 kategori perangkat komputer yang akan mengadopsi Sistem Operasi Windows 8. Berikut kelima kategori perangkat komputer tersebut:

Read more at: http://ciricara.com/2012/11/05/5-jenis-perangkat-komputer-yang-bernafaskan-windows-8/
Copyright © CiriCara.com
Sejak sebelum Sistem Operasi Windows 8 diluncurkan sekitar 1 minggu yang lalu, berbagai persiapan sudah dilakukan produsen-produsen perangkat komputer dunia dengan membuat produk yang diperkuat Windows 8. Tercatat beberapa produsen besar di pasaran dunia ikut meramaikan gaung kehadiran Sistem Operasi Windows 8 ini, di antaranya ASUS, Toshiba, ACER hingga produsen kecil dan menengah lainnya. Perangkat-perangkat komputer yang akan diproduksi menggunakan Sistem Operasi Windows 8 ini, ternyata memiliki kategori yang akan disegmentasikan. Tercatat ada 5 kategori perangkat komputer yang akan mengadopsi Sistem Operasi Windows 8. Berikut kelima kategori perangkat komputer tersebut:

Read more at: http://ciricara.com/2012/11/05/5-jenis-perangkat-komputer-yang-bernafaskan-windows-8/
Copyright © CiriCara.com

Jumat, 23 November 2012

Liburan Danau Toba


ini dia foto waktu liburan raya haji di Danau Toba...
aku senang x waktu itu...

yang ini waktu nyebrang ke pulau samosir... :D




Minggu, 18 November 2012

My Blue Star

ini dia karya ku sendiri...
dengan warna kesukaan aku, dan bintang2 yang bertaburan dibawah nama ku WNA = Wahyu Nisa Alsera....