Minggu, 02 Desember 2012

Sejarah Konflik Palestina-Israel

Pada tahun 4000 SM, Palestina didiami oleh suku Yepus dari rumpun Kan’an (Arab). Tahun 1000 SM, Nabi Daud mempersatukan suku-suku Israel hingga Nabi Sulaiman memerintah pada tahun 970-930 SM. Mengutip riwayat Imam Nasa’i yang di shohehkan oleh Imam Qurtubi bahwa masjid Al-Aqsa didirikan oleh Nabi Sulaiman putra Nabi Daud. Sepeninggal nabi Sulaiman, Palestina di taklukan oleh Asirin kemudian oleh Babylon, Persia dan Romawi.
Pada tahun 1098 M – 491 H, Pasukan Salib mulai mengadakan aksi militer ke Palestina. Aksi militer ini dipimpin oleh Raymond Tolouse dari Prancis yang lansung menuju Al-Quds untuk merebutnya dengan 1000 tentara berkuda dan 5000 pasukan infantri. Pada musim semi tahun 1099 M, mereka berhasil memasuki Palestina. Mereka menduduki Ramallah, Lod dan Bethlehem.
Pada 7 Juni 1099 M, pengepungan Al-Quds dimulai. Dan akhirnya kota ini jatuh ke tangan tentara Salibis pada 15 Juli 1099 – 23 Sha’ban 429 H. Tentara Salibis terus membantai umat Islam selama satu minggu. 70 ribu muslim telah dibantai di dalam masjid Al-Aqsa, temasuk para pemimpin, cendikiawan muslim dan yang sedang ibadah.
Dalam perang salib pertama ini, menurut Prof Ahmad Syalabi, telah mengubah peta dunia Islam. Kemenangan kaum Salib ini mengakibatkan banyak berdirinya kerajaan latin kristen di Timur; kerajaan Baitul Maqdis yang dipimpin oleh raja Godfrey, Kerajaan Edessa oleh raja Baldwin, dan Tripoli oleh raja Raymond. Penaklukan ini tidak membuat umat Islam berdiam diri, para pemimpin Islam bertebaran di medan jihad untuk merebut kembali Palestina dari kaum Salib. Tercatat nama-nama besar dalam sejarah seperti : Imaduddin Zanki, Nuruddin Mahmud dan Shalahuddin Al-Ayyuby.
Setelah 20 tahun berjihad Imaduddin Zanki berhasil merebut kembali sebagian kota- kota di palestina seperti : Hama, Homs, Ba’albek, Sarji, Dara, Ma’rra, Al-Akrad, Sahrazour dan kota-kota lainnya serta benteng Al-Soor, Al Hameediya, Ba’reen dan benteng Al Ashhab. Setelah Imaduddin, perjuangan dilanjutkan oleh Nuruddin Mahmud. Beliau berhasil menduduki 50 kota dan benteng yang dikuasai oleh tentara Salibis.
Pada tahun 1173 M / 569 H, Nuruddin melancarkan serangan final ke Baitul Maqdis untuk membebaskan dari cengkraman tentara Salib. Namun sayang kematian terlalu cepat menjemput beliau. Ia wafat pada 15 Mei 1174 M / 11 Syawal 570 H. Lalu tampil setelah sebagai penganti setelah Nuruddin, Shalahuddin Al-Ayubby. Shalahuddin mempersiapkan segala perlengkapan dan mulai mengepung kota Al-Quds yang diduduki 60 ribu tentara salib pada pertengahan Rajab 583 H / 20 September 1187 M. Pasukan Islam berusaha masuk dan menyerang, maka terjadilah pertempuran yang paling sengit yang pernah disaksikan oleh manusia. Sampai akhirnya kemenangan umat Islam atas Al- Quds tercapai pada 28 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187 M.
Setelah Shalahuddin wafat, terjadilah perselisihan dan perpecahan yang sangat melemahkan kekuatan kaum muslimin sementara kaum salibis terus berupaya dengan segala cara untuk kembali menguasai tanah kaum muslimin, khususnya Al-Quds. Dengan masuknya Inggris ke Palestina pada 10 Desember 1917 M, umat Yahudi memanfaatkan peluang tersebut dan bercokol disana. Dan dalam konflik Arab- Israel tahun 1967, seluruh Yerusalem berada di bawah satu pemerintahan yang dikuasai Israel, hingga saat ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Tolong komentar yang berkaitan dengan postingan ini...