Rabu, 15 April 2015

Nokia: Alcatel Dipinang, HERE Dicerai


Jakarta - Rencana besar Nokia mengakuisisi Alcatel-Lucent memakan korban. HERE kemungkinan besar bakal dijual Nokia untuk mendapatkan dana segar. Sudah ada beberapa perusahaan yang tertarik membeli layanan peta digital ini.

"Nokia akan memulai opsi strategis, salah satunya termasuk potensi divestasi untuk bisnis HERE. HERE adalah pemimpin dalam urusan navigasi, pemetaan dan teknologi pencarian lokasi yang cerdas," demikian pernyataan Nokia seperti dikutip detikINET dari halaman situs resminya, Rabu (15/4/2015).

Di halaman situsnya pula, Nokia menyinggung rencana akuisisi Alcatel-Lucent. Sumber lain yang ramai beredar hari ini memang menyebutkan, Nokia setuju membeli perusahaan infrastruktur telekomunikasi Alcatel Lucent senilai USD 16,6 miliar atau di kisaran Rp 215 triliun.

"Tinjauan strategis terhadap HERE masih berlangsung, apakah akan ada transaksi (penjualan) atau tidak. Pengumuman lebih lanjut mengenai HERE akan diumumkan," kata Nokia.

Setelah menjual divisi mobile-nya ke Microsoft, Nokia menyisakan tiga bisnis yakni Nokia Networks, HERE dan Nokia Technologies. Memperbesar bisnis wireless networknya, Nokia melirik Alcatel-Lucent.

Nokia Networks memang menyumbang 90% keuntungan perusahaan asal Finlandia tersebut. Jadi wajar saja kalau Nokia memutuskan untuk menjual bisnis yang menurutnya tidak terlalu menguntungkan.

Sasaran pertama adalah HERE. Layanan pemetaan andalan Nokia ini akan dijual ke penawar tertinggi. Nokia disebut-sebut sudah mendekati perusahaan seperti Uber Technologies dan beberapa pabrikan mobil asal Jerman.

Sejumlah sumber mengklaim, rencananya Nokia akan menggunakan uang hasil menjual HERE untuk membeli Alcatel-Lucent, agar bisa bersaing dengan Ericsson AB.

Setelah serius melakukan pendekatan, Nokia setuju membeli perusahaan infrastruktur telekomunikasi Alcatel Lucent senilai USD 16,6 miliar atau di kisaran Rp 215 triliun. Nokia yang setelah menjual divisi ponsel ke Microsoft fokus di bisnis perangkat telekomunikasi pun berharap pembelian Alcatel memperkuat posisinya melawan Ericsson dan Huawei.

Proses pembelian Alcatel diharapkan rampung pada paruh pertama 2016. Nokia berjanji operasional Alcatel masih akan dilakukan di Prancis dan tak akan melakukan PHK karyawan di luar yang sudah direncanakan sendiri oleh Alcatel.

"Kombinasi kedua perusahaan akan membuat pertumbuhan yang lebih baik," kata Nokia. Kombinasi Nokia dan Alcatel akan memiliki pangsa pasar 35% di bisnis telekomunikasi, di bawah Ericsson sebesar 40% dan di atas Huawei dengan 20%.

0 komentar:

Posting Komentar

Tolong komentar yang berkaitan dengan postingan ini...