Rabu, 01 Januari 2014

Riset Teknologi Informasi: Rangkuman Metodologi Penelitian

Penelitian merupakan suatu proses mencari sesuatu secara sistimatis dalam waktu yang relatif lama dengan menggunakan metode ilmiah dengan prosedur maupun aturan yang berlaku. 

tahapan-tahapan Penelitian :
1. Identifikasi masalah
2. Perumusan masalah
3. Penelusuran pustaka
4. Rancangan penelitian
5. Pengumpulan data
6. Pengolahan data
7. Penyimpulan hasil 
Sebuah  riset yang baik akan menghasilkan:
1. Produk atau inovasi baru yang dapat langsung dipakai oleh industri (bukan hanya sebatas prototipe)
2. Paten
3. Publikasi di jurnal internasional
Logika merupakan suatu studi tentang metode-metode dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam membedakan penalaran yang tepat dari penalaran yang tidak tepat

Penalaran (reasoning, jalan pikiran) adalah suatu proses berpikir yang berusaha menghubung-hubungkan fakta-fakta atau evidansi-evidansi yang diketahui menuju kepada suatu kesimpulan

Penalaran deduktif adalah penalaran yang berdasarkan pada pengetahuan sebelumnya yang bersifat umum serta menyimpulkan pengetahuan baru yang bersifat khusus. 

Alur berpikir deduktif : teori > hipotesis > observasi > confirmasi
Contoh penalaran deduktif:
Premis:
Jarak Jakarta-Surabaya kurang dari 750 km, atau antara 750 dan
1500 km, atau lebih besar dari 1500 km.
Jarak Jakarta-Surabaya tidak lebih kecil dari 750 km.
Jarak Jakarta-Surabaya tidak lebih besar dari 1500 km.
Kesimpulan:
Maka jarak Jakarta-Surabaya antara 750 km sampai 1500 km.
 Apakah argumen di atas sahih (valid)?

 ciri-ciri logika deduktif:
a. Analitis: kesimpulan ditarik hanya dengan menganalisa proposisi-proposisi atau  premis-premis yang sudah ada.
b. Tautologis: kesimpulan yang ditarik sesungguhnya secara tersirat sudah terkandung dalam premis-premisnya.
c. A priori: kesimpulan ditarik tanpa pengamatan inderawi atau obeservasi empiris.
d. Argumen deduktif selalu dapat dinilai sahih atau tidaknya.
Penalaran induktif berasal dari pengetahuan sebelumnya mengenai sejumlah kasus sejenis, bersifat khusus, individual dan konkrit.

Alir berpikir induktif: observasi > pattern > tentative hipotesis > teori
Contoh penalaran induktif :
Premis:
1. Apel 1 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam
2. Apel 2 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam
3. Apel 3 keras, warnanya hijau, dan rasanya masam
Kesimpulan:
Jadi semua apel keras, warnanya hijau, dan rasanya masam
Ciri-ciri penalaran induktif
a. Sintetis: kesimpulan ditarik dengan jalan mensintesakan kasus-kasus yang digunakan dalam premis-premis.
b. General: kesimpulan yang ditarik selalu meliputi jumlah kasus yang lebih banyak.
c. A posteriori: kasus-kasus yang dijadikan landasan argumen merupakan hasil pengamatan inderawi.
d. Kesimpulan tidak mungkin mengandung nilai kepastian mutlak (ada aspek probabilitas).

Metode ialah kerangka kerja untuk melakukan suatu tindakan, atau suatu kerangka berpikir untuk menyusun suatu gagasan yang terarah dan terkait dengan maksud dan tujuan.

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses ke ilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis.

Metodologi merupakan suatu formula dalam penerapan penelitian dimana dalam melakukan penelitian tersebut terdapat langkah-langkah dan juga hasilpenelitian.

Manfaat Penggunaan Metodologi:
1. Metodologi membuat kita lebih paham, lebih bertanggungjawab, lebih comfortable, dan lebih responsible.
2. Metodologi membuat kita lebih knowladgetable (berpengetahuan) dan lebih berguna dalam beragumen karena selalu berdasarkan fakta dan tidak berdasarkan pada instuisi-instuisi maupun bisikan-bisikan.
3. Dengan menggunakan metodologi kita bisa memaparkan lebih banyak lagi gambaran berupa saran, ide maupun masukan-masukan yang bisa di-elaborate dan dipondasikan berdasarkan fakta-fakta yang ada untuk memunculkan ide-ide
baru.

Alur penelitian ilmiah: permasalahan > pengumpulan literatur > perumusan masalah > metodologi penelitian > pengumpulan data > analisa data > hasil penelitian > refine hipotesis


Macam2 tipe riset: 
1) Katagori berdasarkan tujuan (Categorized by purpose)
– Penelitian mendasar (basic research), biasanya terdapat pada ilmu biologi, kimia murni, dan juga pada computer science misalnya formal methods dan computational logic.
– Riset terapan (applied research), dimana biasanya penelitian ini dilakukan dengan mengambil permasalahan yang ada dalam sebuah organisasi atu perusahaan. Namun walaupun begitu, penelitian atau riset terapan ini memiliki nilai yang sama dengan riset dasar karena peneliti harus memiliki pengetahuan dasar dalam membangun kuesioner maupun faktor-faktor apa yang akan ditanyakan dan juga harus memiliki dasar dalam mengolah data secara statistik. 
– Evaluasi riset (evaluation research), merupakan penelitian yang sifatnya comperative study, dengan melihat pada sebuah kasus dalam suatu perusahaan dan membandingkan kasus tersebut dengan perusahaan lainnya berdasarkan persamaan dan perbedaan yang ada.
– Research and Development (R&D), adalah suatu penelitian dimana alat yang telah kita buat diujicobakan dan dilihat tingkat keefektifannya.
– Action Research (Who!) artinya kita melakukannya misalnya kita ikut langsung sebagai sukarelawan untuk membantu korban banjir. Dimana kita bisa berkomunikasi langsung dengan para korban banjir untuk mengetahui keluhankeluhan yang mereka alami.

2) Katagori berdasarkan waktu (Categorized by time)
a. Cross-sectional research yaitu ada time series-nya, misalnya terdapat kejadian tahun lalu dan tahun sekarang.
b. Longitudinal research yaitu riset yang dibangun berdasarkan historical data yang diolah dengan computer science. Misalnya pola hujan, panen, dan sebagainya.

3) Katagori berdasarkan metode(Categorized by method)
– Riset kuantitatif (Quantitative Riset)
• Descriptive research (riset deskriptif). Penelitian secara deskriptif boleh saja  dilakukan asal penuh dengan interpretasi dan kontribusi. Misalnya kita ingin melihat bagaimana pemanfaatan IT diberbagai organisasi.
• Correlational research, yaitu penelitian yang dilakukan belum tentu sebabakibat, bisa saja diakibatkan oleh adanya suatu faktor kebetulan (accident).

Contohnya
bila kinerja meningkat belum tentu berkorelasi positif dengan meningkatnya  sistem IT, masih diperlukan adanya suatu analisa dan tambahan lainnya.
• Causal-comparative research, dimana terdapat hubungan sebab- akibat.
• Experimental research, yaitu penelitian yang diberikan perlakukan.
 kita katakan bahwa mahasiswa MTI yang sudah mengambil matakuliah metodologi penelitian pada semester 2 lebih banyak yang lulus tepat waktu daripada mahasiswa yang mengambil matakuliah metodologi penelitian di semester 3. (treatment).
• Single-subject research, yaitu  penelitian yang meneliti atau mengamati objek yang sama secara terus menerus.
– Riset kualitatif (Qualitative research)
• Narrative research, misalnya bagaimana kita meng-capture berbagai  pendapat IT manager diberbagai perusahaan, baik itu berupa peran, kontribusi dan keluhan-keluhan mereka.
• Ethnographic research

Secara umum, scientific reasoning dapat dipelajari melalui dua cara yaitu:
1) Mempelajari penemuan-penemuan ilmiah, misalnya:
• Law of gravitation
• Natural selection
• Laws of inheritence


beberapa cara untuk merumuskan masalah:
1. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan (research question) yang berfokus pada dependent variable atau pada apa yang akan diteliti.
2. Rumusan hendaknya jelas dan padat
3. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan  masalah
4. Rumusan masalah dasar dalam membuat hipotesa
contoh perumusan masalah yang dibuat dalam bentuk research question.
Harini, Sri. 2005. Analisis, Permodelan dan Perbaikan Proses Bisnis pada Penerapan  CRM, studi kasus: Divisi Cellular Customer Service PT Indosat, Tbk. Tesis. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Pertanyaan penelitian yang ingin dijawab adalah sebagai berikut:
1. Proses bisnis apa saja yang perlu diperbaiki pada Div. CCS Operation INDOSAT  dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan keefektifan kegiatan layanannya?
2. Model proses bisnis pada fungsi customer interface management yang bagaimana yang sebaiknya diterapkan INDOSAT untuk meningkatkan SLA di Div. CCS Operation?
3. Seberapa besar peningkatan optimalisasi pemanfaatn aplikasi CRM INDOSAT pasca pembentukan proses bisnis tersebut?

tiga ciri utama permasalahan:
1. Mempunyai nilai penelitian, dalam arti bahwa permasalahan tersebut masih bersifat asli/original, menyatakan suatau hubungan dengan bidang lain, serta dapat diuji kebenarannya).
2. Fisible, artinya permasalah tersebut dapat dipecahkan, tersedianya data dan metode untuk memecahkan masalah, tersedianya biaya, dan dapat diselesaikan dalam waktu yang wajar).
3. Sesuai dengan kualifikasi peneliti, artinya bahwa permasalahan yang diangkat menarik minat bagi si peneliti, serta sesuai dengan kualifikasi yang ada.

sumber masalah yang dapat dijadikan sebagai topik research adalah:
1. Penelitian Observasi = Dengarkan secara langsung keluhan-keluhan yang ada di lapangan dan adakan eksploratif sendiri secara singkat.
2. Diskusi-diskusi = Diskusi ini termasuk di dalamnya diskusi resmi atau diskusi tidak resmi. Ikuti dengan seksama diskusi tersebut dan kutip masalah-masalah yang timbul dalam diskusi tersebut.
3. Dosen-dosen atau ahli riset  = Pada umumnya dosen menguasai suatu bidang ilmu tertentu secara lebih baik daripada orang lain.
4. Bibliographi = Sumber bibliografi yang dapat dijadikan sumber problem adalah journal, encyclopedia, review, skripsi/tesis, disertasi, buku-buku teks, majalah, buletin, research report dan lain sebagainya.

empat langkah perumusan masalah
Langkah 1 : Tentukan fokus penelitian
Langkah 2: Cari berbagai kemungkinan dari berbagai faktor yang ada kaitannya dengan fokus penelitian tersebut yang dalam hal ini dinamakan subfokus.
Langkah 3: Diantara faktor-faktor yang terkait adakan pengkajian faktor mana yang paling menarik untuk ditelaah, kemudian tetapkan faktor apa saja yang akan dipilih.
Langkah 4: Kaitkan secara logis faktor-faktor subfokus yang dipilih dengan fokus penelitian. 

contoh problem statement penelitian dalam bidang TI :
Abstrak dengan judul “Penggunaan Cobit dan IT-IL sebagai Alat Analisa dan Cobit dan
 IT BSC sebagai Alat Ukur Kinerja Manajemen TIPperusahaan” pada tahun 2007.
Penggunaan teknologi informasi dalam suatu perusahaan, tidak selamanya secara otomatis meningkatkan kinerja perusahaan tersebut. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah manajemen TI. Berbagai teknik dapat digunakan untuk mengukur kinerja manajemen TI, diantaranya penggunaan.Balance Scorecard, COBIT, dan IT-IL. Teknik-teknik tersebut dapat dipakai sebagai alat untuk menganalisa leselarasan, strategi bisnis perusahaan dan mengukur kinerja manajemen TI perusahaan. Dengan melakukan analisa dan pengukuran manajemen TI perusahaan maka peran dan fungsi teknologi informasi sebagai enabler dapat diwujudkan pada seluruh komponen perusahaan. Penelitian ini, memberikan penjelasan tentang bagaimana menganalisa manajemen TI perusahaan serta mengukur manajemen Tinya berdasarkan balance scorecard dan pendekatan best practice yang ada.

Hipotesis merupakan jawaban teoritis (jawaban sementara) terhadap rumusan masalah penelitian dan belum merupakan jawaban empirik dengan dukungan data-data.

Manfaat penggunaan hipotesa:
1. Untuk mejelaskan permasalahan yang diangkat dalam penelitian
2. Untuk mejelaskan variabel-variabel yang akan diuji kebenarannya
3. Untuk membantu dalam memilih metode analisa data
4. Sebagai pedoman dalam menarik sebuah kesimpulan


Hipotesa ada tiga macam:
a.    hipotesa penelitian merupakan hipotesa yang dinyatakan dalam bentuk kalimat,
b.    hipotesa operasional merupakan hipotesa yang dinyatakan dalam bentuk hipotesa nol (H0) dan Hipotesa 1 (H)
c.     hipotesa statistik merupakan hipotesa yang berupa angka-angka statistik yang sesuai dengan metode dan alat ukur yang dipilih oleh peneliti.

Literatur review merupakan suatu kerangka, konsep atau orientasi untuk melakukan analisis dan klasifikasi fakta yang dikumpulkan dalam penelitian yang dilakukan.

tiga aspek literatur review:
1. Survei artikel yang terkait dengan isu yang kita minati
2. Berikan evaluasi, ringkas gambaran-gambaran yang ada
3. Mendapatkan masukan yang terkait dengan isu dari publikasi yang terbaru hingga publikasi terlama sehingga kita bisa mendapatkan gambarannya secara jelas.

Manfaat Literatur Review
1. Menempatkan posisi pekerjaan kita pada posisi relatifnya.
2. Menggambarkan keterhubungan antara satu penelitian dengan penelitian lainnya yang terkait dengan point of interest kita.
3. Identifikasikan cara lain untuk menginterpretasikan dan cari gap/kesenjangannya, itu yg akan dikumpulkan di peaces analysis. 
4. Diantara penelitian-penelitian sebelumnya (kontrast) pertentangkan
5. Menjadi point untuk review literatur ini menjadi dasar kita untuk penelitian berikutnya.

Langkah-langkah dari Literature Reviews:
1. Formulasi permasalahan = Pilihlah topik yang sesuai dengan isu dan interest. Permasalahan harus ditulis dengan lengkap (complate) dan tepat.
2. Cari literatur = Temukan literatur yang relevan dengan penelitian. Langkah ini membantu kita untuk mendapatkan gambaran (overview) dari suatu topik penelitian. Sumber sumber penelitian tersebut akan sangat membantu bila didukung dengan pengetahuan tentang topik yang akan dikaji. Karena sumber-sumber tersebut akan Memberikan berbagai macam gambaran Tentang ringkasan dari beberapa penelitian terdahulu.
3. Evaluasi data = Lihat apa saja kontribusinya terhadap topik yang dibahas. Cari dan temukan sumber data yang tepat sesuai dengan yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian. Data ini bisa berupa data kualitatif, data kuantitatif maupun data yang berasal dari kombinasi keduanya.  
4. Analisis dan interpretasikan = Diskusikan dan temukan serta ringkas literatur.

Sumber2 literatur review:
Paper, tesis, disertasi, jurnal, majalah, famplet, kliping, abstrak, prosiding, web site.







0 komentar:

Posting Komentar

Tolong komentar yang berkaitan dengan postingan ini...